Puisi kehidupan, puisi sedih, puisi indah, puisi ilmu, pendidikan, puisi masker, puisi penyakit, puisi ratapan, puisi, syair, sajak, bait, kata



Karya : Mohammad Alfariji

Aku lemah, dan aku butuh di bantu..
Bukan malah kau usir diriku..

Hey pak, bukankah aku sudah mengucap kata..
Kalau aku benar - benar lupa..
Masker, yang tidak sengaja aku tak bawa..

Aku datang hanya ingin mendapat secerca ilmu..
Tapi seakan dirimu tak perduli akan lupaku..

Kau suruh aku kembali?..
Sedangkan rumahku jauh dari lokasi..
Dan kau suruh aku untuk membeli..
Sedangkan uangku tak cukup untuk ku membeli..

Aku memutuskan berhenti, dan duduk di bawah pohon yang tak lagi rindang..
Pohon yang daunya sudah banyak meninggalkan batang..
Suasana sepi, gelap dan lampu kecil membuat malam ini cukup terang..
Ku ambil buku dan pena yang ada didalam tasku, sekedar menulis agar kejadian ini bisa terkenang..

Kegemaranku menulis, kurasa kini sedikit berguna..
Di situasi yang membuatku hampa..

Orang yang lalu lalang menatapku heran..
Sedang apa aku duduk sendirian..
Walau aku kecewa, namun aku merasa nyaman..
Sisa rokok kretek yang aku bawa, ku sulut untuk ku jadikan teman..

Tepat di depan mataku nampak jelas ilalang bergoyang..
Seakan hadirku membuatnya senang..
Setelah ku habiskan rokok 3 batang..
Aku putuskan pamit untuk kembali pulang..
Untuk meng istirahatkan diriku yang malang..
Lagi pula gerimis kini telah datang..

Tegal, Juni 10, 2020